Profil

Nama Majelis Pengkajian Al-Qur’an dan As Sunnah
Adalah majelis yang berdiri secara swakarsa dengan keanggotaan sukarela untuk memahami Al-Qur’an dengan metode tafsir urut dalam pemahaman salafush sholeh dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekretariat Jln. P. Diponegoro no. 155 Pati
Kegiatan 1. Pengajian tafsir rutin dan terbimbing ( transfer ) minimal 1 minggu sekali
2. Kegiatan amal sholeh aplikasi ngaji :

  • Kegiatan sosial dakwah
  • Pengkaderan calon ulama
Pengasuh Bp. KH. Abdul Wakhid Hasyim
( Pendiri & Pengasuh PP Muwahidun Gembong – Pati Jawa Tengah )
Kitab Rujukan
  • Tafsir Ibnu Katsir & Taqrib
  • Fiqih Minhajul Muslim
  • Aqidah Kitab Burhan I dan II
  • Bulughul mahrom.
Anggota Umum dan terbuka
Sumber Dana Infaq Peserta dan Donatur
Sejarah singkat Majelis Pengkajian Al-Qur’an, bermula dari pengajian tafsir setiap malam rabu yang diasuh oleh Bp. KH. Abdul Wakhid Hasyim, Ade Yari Choirunnisa salah seorang peserta yang kala itu baru kelas II SMA. Sebagai aktifis PII ia sangat tergugah dengan kajian bahwa ketika menetapkan dan memandang suatu masalah harus dengan landasan ilmu dan melalui pertimbangan mendalam. Selanjutnya ia memobilisasi saudaranya untuk ikut ngaji. Maka kemudian Kakaknya Lilik Indriati, bahkan secara khusus mengaji di kediaman beliau (Ds. Bageng, Gembong) setiap ahad. Kegiatan ini dilanjutkan oleh Muhammad Jatmiko dan Ade Yari serta seorang kawan Nani Chandra Kirana. Ketika Lilik Indriati harus ke Jakarta karena suatu urusan pekerjaan.

Ade Yari kemudian memelopori untuk menyampaikan kajian yang didapatkan pada teman-teman aktifis PII di Masjid keluarga Darul Arqom (sekarang menjadi Masjid At-Taqwa). Dengan sentuhan pengalaman berorganisasi sang Kakak, Muh. Jatmiko yang pengurus wilayah PII Jateng maka kegiatan halaqoh tadi terus berkembang di Pati, Kudus dan Semarang serta menamakan diri dengan nama Kelompok pengkajian Al-Qur’an ( KPAQ ).

Di Yogja, Lilik melakukan kegiatan serupa pada mahasiswa di sekitar rumah. Selanjutnya murid-murid ngajinya melanjutkan transfer ngaji tersebut ke daerah masing-masing seusai kuliah.

Sementara M. Jatmiko berbekal pengalamannya terus mendukung dengan berbagai program pengkaderan dan memasyarakatkan ngaji. Seperti TPA dan program semesteran dan crass program ( program singkat untuk bisa membaca kitab gundul/kuning) sebelumnya akhirnya juga turut aktif memberikan transfer hasil ngaji tafsir dari Bageng Gembong yang terus berlangsung hingga kini. Sistem ini terus berlangsung hingga kini dengan menyiapkan kader ulama dengan keilmuan mumpuni dengan manhaj salaf serta pengalaman dakwah 10 tahun.

Tahun 2013, diputuskan untuk KPAQ berganti sebutan menjadi Majelis Pengkajian Al-Qur’an ( MPAQ ). Dengan terus memelihara dan menjaga sistem ngaji dan mengembangkan dengan kaderisasi ulama semakin dikuatkan.

Wilayah MPAQ Pati – Semarang – Magelang – Klaten – Jogja – Gombong – Tegal – Cilacap