Tafsir Surat AL BAQOROH Ayat ke 5

أُولَـئِكَ عَلَى هُدًى مِن رَبِّهِمْ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya,dan merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. 2:5)

Orang-orang yang mempunyai ciri-ciri yang tersebut dalam ayat-ayat sebelumnya, yaitu iman dengan yang ghaib, mendirikan sholat, menginfaqkan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadanya, iman kepada kitab Al-Qur’an dan kitab-kitab yang diturunkan kepada Rasul-Rasul sebelumnya, serta iman kepada datangnya hari akhir, merekalah yang akan mendapatkan petunjuk dan mereka pulalah yang akan mendapatkan keberuntungan.

Keberuntungan yang dimaksud dalam ayat ini adalah mendapatkan apa yang mereka dambakan dari sisi Allah dari sebab amal perbuatannya dan iman mereka kepada Allah, yaitu berupa pahala surga dan kekal di dalamnya. Berkenaan dengan hal tersebut suatu ketika sahabat berkata kepada Rasulullah SAW, ” Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami tetap membaca Al-Qur’an, lalu kami berdo’a dan tetap membaca Al-Qur’an hingga hampir saja kami putus asa.” Maka Nabi SAW bersabda,” maukah kalian aku ceritakan tentang penduduk surga dan penduduk neraka ?” tentu, para sahabat menjawab, “ tentu saja kami mau wahai Rasulullah.” Nabi membacakan surat Al Baqoroh ayat 1 – 5. Kemudian Nabi SAW bersabda,” mereka adalah penduduk surga.” Para sahabat berkata,” sesungguhnya kami berharap semoga diri kami termasuk dari mereka.” Lalu Nabi SAW membaca surat Al-Baqoroh ayat 6, dan beliau Nabi SAW bersabda,” mereka adalah penduduk neraka. “ maka para sahabat berkata,” wahai Rasulullah, tentunya kami bukan termasuk mereka.” Beliau Nabi SAW menjawab,”YA.”

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (QS. 2:6)

Yang dimaksud KAFIR dalam ayat ini adalah mengkafiri kitab-kitab Allah. Yang mereka akan sulit menerimakan datangnya kebenaran, sama saja mereka diberi peringatan atau tidak diberi peringatan, mereka tetap saja tidak akan beriman kepada Al-Qur’an. Makna ayat ini sebagaimana yang disebutkan Allah dalam QS YUNUS : 96-97

إِنَّ الَّذِينَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَتُ رَبِّكَ لاَيُؤْمِنُونَ {} وَلَوْ جَآءَتْهُمْ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ اْلأَلِيمَ

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Rabbmu, tidaklah akan beriman. (QS. 10:96) Meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (QS. 10:97)

Orang-orang yang tidak beriman kepada Allah sudah tertutup hatinya, menerima hujjah kebenaran Al-Qur’an. Akan tetapi Nabi Muhammad SAW dan para penyampai dakwah tidak boleh putus asa untuk terus menyeru TAUHID. Tidak perlu berduka cita dan kecewa dengan sikap orang-orang kafir. Barangsiapa menerima seruan maka baginya pahala yang berlipat, dan barangsiapa yang berpaling, maka jangan bersedih terhadap mereka, hal tersebut bukan urusan Nabi SAW ataupun para penyeru dakwah. Seperti yang disampaikan Allah dalam firmanNYA, QS AR-RA’D : 40

وَإِن ماَّنُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاَغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ

Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka. (QS. 13:40)

Pada mulanya Nabi SAW sangat menginginkan agar semua orang menjadi beriman dan mengikuti petunjuk-Nya , seperti yang diberitakan Allah dalam QS. YUSUF : 103

وَمَآأَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman – walaupun kamu sangat menginginkannya (QS. 12:103)

Akan tetapi kenyataan tidaklah demikian, Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki yaitu mereka yang suka cita menerima datangnya kebenaran, dan Allah menyesatkan kepada orang yang dikehendaki, yang mereka sangat keras menolak datangnya kabar gembira berupa petunjuk jalan yang benar. Saking kerasnya penolakan mereka hampir saja Nabi SAW putus asa dan meninggalkan perintah untuk berdakwah. Allah memberi teguran kepada Nabi SAW yang tersebut dalam QS. HUD : 12 – 13

فَلَعَلَّكَ تَارِكٌ بَعْضَ مَايُوحَى إِلَيْكَ وَضَآئِقٌ بِهِ صَدْرُكَ أَن يَقُولُوا لَوْلآأُنزِلَ عَلَيْهِ كَنزٌ أَوْ جَآءَ مَعَهُ مَلَكٌ إِنَّمَآ أَنتَ نَذِيرٌ وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ {} أَمْ يَقُوْلُوْنَ اْفتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُوْنِ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ

Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan:”Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu. (QS. 11:12) Bahkan mereka mengatakan:”Muhammad telah membuat-buat al-Qur’an itu”, Katakanlah:”(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”. (QS. 11:13)

Surat Al-Baqoroh ayat itu :

خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS. 2:7)

Khatamallahu…..Allah mengunci mati ! dari sebab kekafiran mereka, maka Allah mengunci mati mata, telinga dan hati mereka terhadap kebenaran Al-Qur’an. Akan tetapi yang pokok adalah karena hatinya ingkar, maka matanya tidak bisa digunakan untuk membaca ayat-ayat Allah, dan telinganya tuli untuk mendengarkan kajian-kajian Al Qur’an. Persis seperti yang disebutkan Allah dalam QS AL-HAJJ : 22

كُلَّمَآ أَرَادُوا أَن يَخْرُجُوا مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا فِيهَا وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan):”Rasailah azab yang membakar ini”.
(QS. 22:22)

Sesungguhnya yang tertutup adalah hatinya, maka ketika telinganya bisa mendengarkan , dan matanya mampu untuk melihat, akan tetapi mereka buta dan tuli terhadap Al-Qur’an. Orang-orang seperti ini akan sulit menerima Al-Qur’an dan sangat mudah sekali ingkar kepada berita berita yang datangnya dari Al-Qur’an. Dan jadilah mereka orang yang tersesat. Seperti yang disampaikan Allah dalam QA AL A’RAAF : 179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّيَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّيُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لاَّيَسْمَعُونَ بِهَآ أُوْلَئِكَ كَاْلأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi nereka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergukan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)

Demikianlah adzab yang diberikan Allah kepada orang-orang kafir, yaitu dijadikan hatinya tertutup rapat untuk menerima kebenaran. Allahu ‘alam bishshowab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *